Search This Blog

23 September, 2008

Ihsan

Kita pernah bahkan sering mendengar kata “ihsan”. Sekarang kita ditanya apa itu ihsan ? seorang temen celetuk “ ihsan itu nama tetangga saya...” ada juga yang bilang “ihsan tu nama masjid tempat saya. .“ gubrakkzzz. Repot deh bahasnya. hehe..... semua bener, but ihsan yang dimaksud disini bukan itu, kalo itu mah ditempatku ada teman yang mananya Ihsan, trus ada juga masjid Al Ihsan. Lengkap deh. He.he.. tapi yang dimaksud disini adalah sesuatu yang menjadi landasan dalam beribadah kepada Allah. Landasan untuk berfikir, bekata, berbuat landasan untuk hidup berumah tangga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kok bisa gitu yach ? coba perhatikan hadist panjang berikut ini.

Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anh, dia berkata: ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya diatas paha Rasulullah, selanjutnya ia berkata," Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam " Rasulullah menjawab,"Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Alloh dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh, engkau mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Romadhon dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya." Orang itu berkata,"Engkau benar," kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya Orang itu berkata lagi," Beritahukan kepadaku tentang Iman" Rasulullah menjawab,"Engkau beriman kepada Alloh, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk" Orang tadi berkata," Engkau benar" Orang itu berkata lagi," Beritahukan kepadaku tentang Ihsan" Rasulullah menjawab,"Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu." Orang itu berkata lagi,"Beritahukan kepadaku tentang kiamat" Rasulullah menjawab," Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya." selanjutnya orang itu berkata lagi,"beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya" Rasulullah menjawab," Jika hamba perempuan telah melahirkan tuan puterinya, jika engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba mendirikan bangunan." Kemudian pergilah ia, aku tetap tinggal beberapa lama kemudian Rasulullah berkata kepadaku, "Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu?" Saya menjawab," Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui" Rasulullah berkata," Ia adalah Jibril, dia datang untuk mengajarkan kepadamu tentang agama kepadamu"

Wah, panjang juga hadistnya. Tapi ketahuan kan arti ihsan dari sini ? dari hadist tersebut dapat kita ketahuai bahwa ihsan adalah ,"Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu." Tuh kan.

Dari hadist tersebut kalo kita urutkan, pertama iman, kedua islam, ketiganya ihsan, keempat kiamat dan tanda-tandanya. Kalo dipikir-pikir, pertanyaan malaikan jibril tadi urut. Dari iman, trus islam, trus ihsan de es te. Ya gitu emang harusnya. Tapi sayangnya kita beda. Kalo kita sebagian besar dah islam karena orang tua kita juga islam. Iya gak…. Berarti kita islam dulu donk baru beriman. Hehe... ya emang gitu kan kenyataannya. Tapi gak papa, yang penting Insyaallah sekarang dah beriman dan dah islam. Gichiuuuuu.... Amiiiiiin...

Coba deh kita ingat pada zaman Nabi, kita gak mungkin ingat, karena pada masa itu kita belum ada. Hehe... ya udah, kita ingat kisah Nabi Muhammad saw. Ayat pertama yang turun sebagai wahyu pertama adalah tentang Iqro’ yang berarti bacalah. Dengan membaca, kita bisa mengetahui apa yang belum kita tahu. Berarti disini dapat diartikan agar kita mengetahui. Mengetahui apa ? di ayat selanjutnya dikatakan “dengan nama Tuhanmu yang Maha Menciptakan.“. Ya itulah. Itulah perkenalan Allah. Allah memperkenalkan dirinya sendiri kepada manusia setelah sekian lama manusia meninggalkan Allah sebagai Tuhannya dan menggantinya dengan Tuhan-tuhan yang lain. Berarti juga kita diperkenalkan dulu dengan Tuhan Yang Maha Menciptakan. Bukan langsung perintah sholat, bukan perintah Jihad atau yang lainnya. Disini kita diperintahkan agar beriman dulu bahwa ada Tuhan yang Maha Menciptakan. Yang menciptakan segala sesuatu, dengan segala nama dan sifat-sifat-Nya, Baru setelah itu kita disyariatkan untuk ber-islam. Melaksanakan rukun-rukunnya dan sebagainya. Dengan demikian, kita dapat tahu kepada siapa kita beriman, dan kepeda siapa kita beribadah. Lalu dengan iman dan islam, kita dapat merasakan ihsan. Selalu dilihat, selalu diawasi Allah.

Wah indahnya rasa ihsan itu kalau kita benar-benar mencintai Allah. Bayangkan... kita selalu bersama yang sangat kita cintai. Kapanpun, dimanapun, dikala sedih, dikala senang. Indaaaaah banget deh rasanya. Ya itulah untungnya mencintai Allah. Dengan ihsan, kita akan selalu bersama yang kita cintai. Amiiiin...

Sekarang kita tahu dikit tentang ihsan. Minimal ada gambaranlah kalau ihsan adalah beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, dan kalau kita tidak mampu melihat Allah, maka yakin aja deh bahwa Allah melihat kita. Selalu merasa dilihat dan diawasi Allah. Tahu donk kalau Allah tu Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Allah Melihat segalanya, dan mengetahui segala hal, walau sebuah daun yang kering di dasar kegelapan bumi. Nah itu yang harus kita pegang. Itulah ihsan. Dengan ihsan, insyaallah kita terbebas dari segala hal yang dilarang. Baik itu perbuatan, perkataan, maupun pikiran akan dapat terbebas dari hal-hal yang mengotorinya. Amiiin.

Ketika kita ingin usil, kita ingat bahwa Allah melihat kita, ketika akan berkata yang tidak pantas, ingat Allah mendengar kita. Ketika kita berniat untuk berbuat yang tidak baik, ingat bahwa Allah mengetahui apa yang kita utarakan dan kita sembunyikan dalam hati kita. ketika marah, ingat Allah selalu mengawasi kita. Kita akan merasa selalu diawasi oleh Allah dan akhirnya semua tindakan, ucapan dan pikiran kita akan senantiasa baik

Jadi, kuncinya disini adalah kunci pipa buat jitak kepala loe…he..he… gak kok becanda. Kuncinya adalah Selalu ingat kepada Allah. Allah kan berfirman, “Dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku.“

So, mulai sekarang mari selalu mengingat Allah. Ingat bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui.
Wallahu'alam...

1 comment:

Nur said...

Assalamu'alaikum
Hmm..dipesenin klau baca jangan ketawa...
Gimana ga ketawa? Di paragraf atas, tengah, dan bawah ada heha hehenya...
Tapi good kok tulisannya...
Cayoo...
Wassalamu'alaikum